Oleh: Ust Yudi Faisal PPMI
Katanya ;
Sebuah Amal yANg Ikhlas itu ditandai oleh rasa ringan tak terbebani dalam diri seorang kala dia ber_Amal.
•Sedang jika terasa menYesak dalam Dada, terbeban dalam jiwa & Merasa Berat melaksanakan, maka yg seperti ini menunjukkan ketidak'Ikhlas'an...!!!
•Pada keadaan tertentu mungkin Faham seperti itu boleh dibenarkan.
•Namun dalam banyak Hal tidak tepat,
Bahkan "faham" seperti ini menjadi bermasalah kala membuat seorang tak jadi beramal tersebab Khawatir TAK Ikhlas dikarenakan ada rasa berat kala hendak melaksanakannya.
•Semisal saja seorang yg menunda-nunda Sedekah terkarenakan rasa berat dalam jiwa tak kunjung hilang kala ingin menyedekahkan Harta_nya.
"Tunggu Ikhlas [ Hati enteng ] dulu dech"
begitu ujarnya...!!!
•Padahal,
Soal Ikhlas itu tak dikaitkan pada kesan perasaan sesaat,
Apakah ringan atau berat rasa dalam dada untuk melaksanakan Amal itu..!!
Boleh jadi Pahala lebih melimpah ruah bagi mereka yg dirinya Berat ber'Amal namun tetap "Memaksa" dirinya untuk beramal,
Daripada mereka yg ringan-ringan dan enjoy saja dalam kerjakan amal ketaatannya.
•Soalan ikhlas itu BUKAN pada enjoy atau tidaknya diri kala beramal.
•Teringat seorang sahabat Nabi yg sudah Lanjut Usia,
Yg ketika hendak berangkat berjihad lantas diminta oleh sang anak agar dia beristirahat saja,
Maka dia katakan,
Duhai anak Ku,
Bukan_kah ALLOH berfirman ;
"Infirü khifäfän wa tsiqâlä"
Berangkatlah kalian dalam keadaan merasa ringan maupun merasa berat...
(QS. at-Taubah [9]: 41)
•Terpapar jelas bahwa perasaan ringan atau berat itu BUKAN ukuran keikhlasan.
•Ikhlas itu perihal diri Mu beribadah untuk & karena siapa...?
•Ikhlas itu kala hati Mu tak terpengaruh Pujian & Cela'an kala mengamal Shalih.
•Ikhlas itu kala yg kau Tuju adalah Ridho_Nya ALLOH Sajaa...!!!
•Ikhas itu kala alasan dan penyemangat beramal Mu hanyalah ALLOH سبحانه وتعالى, tak ada yg lainnya.
Ikhlas itu kau beribadah hanya untuk & karena ALLOH
Sumber
No comments:
Post a Comment